Tampilkan postingan dengan label Arkeologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Arkeologi. Tampilkan semua postingan
Rabu, 04 April 2012

Tambang Emas Ratu Bilqis

Ratu Sheba

Tidak Unik
- Arkeolog dari Inggris mengklaim telah menemukan tambang harta karun milik Ratu Sheba, yang juga sohor dengan sebutan Ratu Bilqis dari Kisah Nabi Sulaiman yang tertera dalam sejarah Habeshan, Injil, dan Al Quran.

Ia diyakini  pemimpin kerajaan kuno Sheba. Wilayah kekuasaannya meliputi Ethiopia dan Yaman di era modern.

Seperti dimuat situs sains, Discovery.com, 15 Februari 2012, tambang emas Sang Ratu ditemukan tersembunyi di sebuah bukit di dataran Gheralta, utara Ethiopia. Sebuah lokasi tambang yang belum pernah di eksplorasi sebelumnya, di teritorial kerajaan Sheba yang pernah berkuasa selama 3.000 tahun.

"Salah satu yang saya sukai dari arkeologi adalah, kemampuannya berhubungan dengan legenda dan mitologi. Fakta bahwa kami mungkin menemukan tambang Ratu Bilqis sangat luar biasa," kata  Louise Schofield, arkeolog sekaligus kurator museum Inggris, kepada The Observer.

Berdasarkan Perjanjian Lama, Ratu Sheba menempuh perjalanan panjang dari kerajaannya yang misterius untuk menemui Raja Sulaiman di Yerusalem. Ratu itu membekali diri dengan para pengiring, unta yang membawa muatan sarat rempah, emas, dan batuan berharga.

Bertemu dengan Sulaiman, Ratu Sheba terpukau dengan kebijaksanaan Sang Nabi, juga kemegahan kerajaannya. Sebelum pergi, ia memberi hadiah 120 talen emas, atau setara dengan 4,5 ton!

Legenda menyebut, ia melahirkan anak Sulaiman. Keturunannya, Menelik, menjadi raja-raja Abyssinia.

Schofield menemukan tambang kuno tersembunyi di balik batu 20 kaki yang diukir dengan gambar matahari dan bulan sabit. "Simbol dari negeri Sheba," kata dia.

"Saya merangkak di bawah batu, waspada dengan ular kobra yang disebut tinggal di sini, dan berjumpa dengan sebuah prasasti Bahasa Sheba, bahasa yang dipakai Sang Ratu."

Terkubur sekitar empat meter di bawah permukaan bukit dikelilingi oleh burung bangkai, terowongan menampilkan simbol tengkorak kuno di pintu masuknya. Menurut Schofield, itu adalah pahatan Sheba.

Ia menambahkan, keberadaan struktur tambang kuno itu tak disadari, meski faktanya, penduduk setempat mendulang emas di sungai yang ada di dekatnya.

Tak jauh dari lokasi tambang, arkeolog menemukan sisa-sisa kolom dan batu halus berukir yang mungkin adalah bagian dari sebuah kuil terkubur, yang  diyakini didedikasikan untuk Dewa Bulan Sheba. Situs dari medan peperangan, lengkap dengan tulang kuno, juga ditemukan di dekatnya.

Ukuran yang tepat dari tambang, yang pintu masuk terhalang oleh batu besar, belum ditentukan. Namun, uji yang dilakukan oleh seorang pencari emas mengarah ke dugaan, ada ruang luas di bawah tanah, dengan terowongan yang cukup besar untuk dilalui dengan berjalan kaki.

Penggalian situs besar-besaran akan dilakukan setelah Schofield mendapatkan sumber pendanaan yang diperlukan.

salam,


Senin, 02 April 2012

Mengintip Makam Raja Mesir

Makam Ramses the Great

Tidak Unik
- Di bantaran Sungai Nil, Mesir, terdapat sebuah komplek makam tempat bersemayamnya raja-raja Mesir kuno. Namanya Valley of the Kings, yang berisi mumi, harta karun, serta kutukan bagi siapa pun yang mengganggu. Anda berani?

Ramses the Great, Tuthmosis, dan Tuthankamen. Pasti Anda pernah mendengar tiga nama ini. Mereka adalah raja-raja Mesir kuno, atau sering disebut juga Pharaoh. Raja yang disebut terakhir itu bahkan terkenal dengan Curse of the Pharaohs, sebuah kutukan yang terlontar dari mulutnya sebelum dijemput ajal. Isi kutukannya: siapa pun yang mengganggu keberadaan mumi para Pharaoh maka akan terkena nasib buruk, penyakit, atau kematian.

Memangnya di mana kita bisa menemukan mumi para Pharaoh itu?

Tepatnya di sebelah barat Sungai Nil, Mesir, persis bersebrangan dengan kota kuno Luxor (disebut juga Thebes). Mulai abad ke-18, tempat ini menjadi pusat penelitian arkeologi dan egyptologi. Para peneliti menemukan lebih dari 60 ruangan bawah tanah berisi mumi yang disimpan apik dalam peti mati. Selain itu ada pula harta karun: berlian, patung-patung emas, dan peralatan kuno yang punya nilai estetis tinggi.

Para peneliti menyebut tempat ini Valley of the Kings. Pada 1979, UNESCO mendaulatnya sebagai Situs Warisan Dunia.

Konon, pada zaman dulu, para Pharaoh meninggalkan Memphis untuk tinggal di Thebes dan merancang sebuah komplek makam bawah tanah. Makam jenis bawah tanah seperti ini adalah bentuk kebosanan para raja akan makam berbentuk piramida.

Sekarang, Valley of the Kings jadi salah satu destinasi favorit para traveler. Ada empat sampai lima ribu turis yang berkunjung ke lembah ini tiap harinya. Wilayah ini terbagi jadi dua, yaitu East Valley dan West Valley. Mayoritas makam berada di East Valley. Sampai saat ini, ada 63 makam bawah tanah yang ditemukan dalam beragam ukuran. Masing-masing didekorasi dengan lukisan mitos Mesir di dindingnya, menggambarkan kepercayaan dan ritual pemakaman pada masa itu.

Kebanyakan makam dibuka untuk publik. Namun, Anda tak akan mendapat pemandu wisata selama di sini. Anda hanya akan diberi secarik kertas penjelasan bagi tiap tempat di Valley of the Kings. Tujuannya untuk meminimalisir waktu Anda di dalam sana, serta mencegah para pengunjung merusak situs aslinya. Anda juga tak boleh mengambil gambar apa pun dalam komplek makam.

Tak jauh dari sana, ada pula Valley of the Queens yaitu komplek makam para permaisuri. Konon, ada lebih dari 70 makam yang ditemukan lengkap dengan dekorasi yang sangat mewah. Beberapa permaisuri terkenal dimakamkan di sini, salah satunya adalah Ratu Nefertari.

Valley of the Kings adalah destinasi wajib bagi Anda jika sedang berlibur di Mesir. Tapi tunggu dulu, bagaimana dengan kutukan Raja Tutankhamen?

Anda boleh percaya atau tidak. Tapi selama tidak mengganggu makam para mumi, tampaknya semua akan berjalan lancar-lancar saja.

salam,


Tidak Unik

Harta Karun dalam Bangkai Kapal PD II

Harta Karun

Tidak Unik
- Seorang pemburu harta karun asal Maine, Amerika Serikat, Greg Brooks mengklaim dia telah menemukan harta karun di dalam sebuah bangkai kapal era Perang Dunia II. Brooks, manajer Sub Sea Research, mengatakan harta itu berupa platinum yang kini bernilai US$3 juta atau hampir Rp27 miliar di dalam bangkai kapal SS Port Nicholson yang tenggelam tahun 1942 di lepas pantai Amerika Serikat. Kapal dagang Inggris itu tenggelam akibat terkena torpedo dari kapal selam U-boat Jerman dan menewaskan enam orang. Brooks mengatakan buku kas Departemen Keuangan Amerika Serikat menunjukkan bahwa plat-plat platinum itu ada di atas kapal tersebut sebagai bagian pembayaran pasokan perang Amerika Serikat untuk Uni Soviet. Brooks juga memiliki rekaman video bawah air yang menunjukkan plat-plat platinum dikelilingi 30 kotak yang diyakini berisi batangan platinum. Sejauh ini dia belum mengangkat satupun platinum itu namun Brooks berharap dia dan krunya bisa mengangkat harta karun itu akhir bulan ini. "Saya akan mengambilnya, bagaimanapun caranya. Meski saya harus mengangkat seluruh bangkai kapal itu dari dasar laut," kata Brooks.

Tunda pengumuman

Brooks menyatakan dia harus menunda pengumuman temuannya ini selama empat tahun karena masih menegosiasikan hak pengangkatan harta itu. Hingga saat ini negosiasi hak kepemilikan harta karun itu masih belum berakhir. Meski Brooks mengklaim menemukan harta karun namun sejumlah kalangan meragukan klaim tersebut. Selain itu hukum kelautan akan membuat hak kepemilikan dan klaim menjadi semakin rumit.
Kuasa hukum pemerintah Inggris Anthony Shusta mengatakan belum jelas benar apakah kapal itu memang mengangkut platinum. "Kami masih menyelidiki apa yang diangkut kapal itu. Hasil penelitian awal kami menunjukkan sebagian besar muatannya adalah mesin dan benda-benda militer," kata Shusta kepada AP. Pemerintah Inggris, lanjut Shusta, akan menunggu operasi pengangkatan kapal dilakukan sebelum memutuskan apakah akan mengajukan klaim atas isi kapal tersebut.

salam,


Tidak Unik

Perahu Kerajaan Sriwijaya Ditemukan

Perahu Sriwijaya

Tidak Unik
- Balai Arkeologi Palembang kembali menemukan perahu kuno yang diperkirakan ada sejak masa awal atau proto Kerajaan Sriwijaya di Desa Sungai Pasir, Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Sayang, kepala perahu kuno itu sudah hilang dan sebagian papan perahu itu digunakan untuk membuat jembatan.

Kepastian perahu kuno itu berdasarkan survei yang dilakukan tim Balai Arkeologi Palembang pada 20-21 Maret 2012 lalu. Tim terdiri dari Aryandini Novita, Retno Purwanti, Muhammad Nofri Fahrozi, Dewi Patriana, Hendra Santoso, serta didampingi Kepala Balai Arkeologi Palembang Nurhadi Rangkuti.

"Survei ini dilakukan berdasarkan laporan Madarhan (41), seorang guru, yang datang ke kantor kami tahun 2010 lalu. Madarhan melaporkan seorang warga Desa Sungai Pasir bernama Sadi (55) saat mencari limbah kayu tahun 2009 menemukan sisa-sisa papan perahu kuno, tali ijuk, fragmen tembikar, keramik, dan alat kayu,” jelas Nurhadi Rangkuti.

Setelah dilakukan survei ternyata sisa perahu itu merupakan perahu kuno berbahan kayu yang diangkat dari sungai oleh penduduk. Setelah sempat terserak di permukaan tanah, kini sebagian dibenamkan lagi ke dalam sungai. Yang menyedihkan, sebagian papan-papan perahu itu difungsikan untuk jembatan atau jerambah.

Tercatat ada 17 keping perahu yang terdiri dari bagian lunas, 14 papan perahu yang terdiri dari bagian badan dan bagian buritan untuk menempatkan kemudi. "Menurut penduduk, ditemukan juga bagian kepala depan perahu yang berbentuk dua pedang, namun sekarang telah hilang," kata Nurhadi.

Perahu ini dibuat dengan teknik pasak kayu dan papan ikat yang menggunakan tali ijuk. Cara ini sendiri dikenal dengan sebutan teknik tradisi Asia Tenggara.

"Jenis perahu semacam ini ditemukan di Pontian, Malaysia, yang berasal dari abad ke-4 Masehi. Di Indonesia, perahu tradisi Asia Tenggara ditemukan di Jambi, sejumlah wilayah di Sumatera Selatan seperti Air Sugian, Tulung Selapan, Mariana, kapal karam di Cirebon, dan Punjulharjo di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Pertanggalan perahu-perahu tersebut mulai dari abad ke-7 Masehi sampai abad ke-13 Masehi. Perahu-perahu tersebut dikaitkan dengan masa Kerajaan Sriwijaya," jelasnya.

Selain bangkai perahu, ditemukan juga sejumlah artefak-artefak lain yang berhubungan dengan temuan perahu, seperti tembikar, keramik, dan alat kayu. "Tembikar yang ditemukan berupa fragmen tungku (keren), tetapi sekarang telah hilang dan penduduk tidak ada yang menyimpan lagi," tandasnya.

Sementara jenis keramik yang masih disimpan penduduk adalah satu fragmen tepian sampai pundak dari bentuk guci. Pada bagian pundak terdapat goresan yang membentuk tulisan Cina, tetapi belum diketahui artinya.

Artefak kayu yang ditemukan berbentuk alu (antan) dan centong. Alu ini berbentuk bulat panjang dan mengecil di bagian tengah. Tinggi alu 136 centimeter. Belum diketahui secara pasti fungsi artefak tersebut dalam perahu.

Lalu sebuah centong yang ditemukan berukuran panjang keseluruhan 21 centimeter yang terdiri dari bagian pegangan dan bagian sendok. Bagian atas pegangan terdapat pahatan wajah figur manusia. Digambarkan dahi menonjol, hidung lebar, mata cekung dan bibir tebal.

salam,


Tidak Unik
Senin, 26 Maret 2012

Bukti Kiamat Masa Lalu

Lake Cuitzeo
Tidak Unik - Berbicara tentang kiamat yang memusnahkan makhluk hidup, ada sebuah hipotesis yang disebut "Hipotesis Tumbukan Younger Dryas". Dalam hipotesis tersebut disebutkan bahwa kematian massal makhuk hidup di Amerika Utara 12.900 tahun yang lalu disebabkan oleh tumbukan benda langit yang menghantam bumi. Teori itu juga menyebutkan bahwa komet atau asteroid yang diperkirakan menjadi penyebab kematian massal itu menumbuk permukaan bumi, membakar hewan, membakar tumbuhan, melelehkan batuan, dll.

Dalam sebuah penelitian, guru besar ilmu Bumi dari University of California di Santa Barbara, James Kennet, menemukan bukti kepunahan massal tersebut. Sebelumnya, sebuah penelitian berhasil mengungkap bukti kejadian tersebut di beberapa lokasi di Amerika Utara, Greenland, dan Eropa Barat. Saat itu ditemukan endapan tua berusia hampir 13.000 tahun di danau Cuitzeo di tengah Meksiko.

Penelitian tersebut mengungkap fakta bahwa sedimen itu mengandung berlian nano yang langka, butir-butir bekas tumbukan, dan material-material lain yang kemungkinan dapat dihasilkan dari terjadinya tumbukan antara bumi dan benda luar angkasa.

salam,


Tidak Unik